Copyright 2018 - http://lpse.parigimoutongkab.go.id/
  • .

  • .

  • .

  • .

  • .

16997747 1675122002781134 6095447219653861086 nParigi (antarasulteng.com) - Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu meresmikan sejumlah Puskesmas di wilayah utara kabupaten itu sebagai wujud komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas yang diresmikan itu terdapat di Desa Sigenti, Puskesmas Pembantu Desa Maninili dan Sipayo Kecamatan Tinombo Selatan serta Puskesmas Desa Tomini Kecamatan Tomini.

Dari 23 Kecamatan di Kabupaten Parimo, tinggal Kecamatan Parigi Tengah yang belum memiliki Puskesmas.Puskesmas yang baru diresmikan itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, di antaranya 3 unit rumah dokter dan 1 mobil ambulance serta didukung 1 orang kepala puskesmas, 1 orang dokter umur, 6 orang perawat, 7 orang bidan, 1 orang tenaga gizi dan 1 orang tenaga farmasi serta 11 orang tenaga pengabdi. Pembangunan Puskesmas ini dikerjakan CV Primatama Construction di atas lahan kurang lebih 800 meter persegi dengan nilai anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari DAK APBN Tahun 2016.

Peresmian yang dipusatkan di Puskesmas Sigenti itu dihadiri Wakil Bupati H. Badrun Nggai, Ketua TP-PKK Parimo Hj.Noorwachida Prihatini S Tombolotutu, Sekda H. Ekka Pontoh SH MH dan sejumlah kepala SKPD. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung papan nama puskesmas Puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo dr Revi Tilaar mengatakan dengan bertambahnya jumlah puskesmas itu diharapkan dapat memacu kinerja petugas kesehatan untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan yang hingga kini jumlahnya relatif masih cukup tinggi.

ddKementerian Kesehatan Berencana untuk segera memasukkan vaksin dengue ke dalam program imunisasi nasional. Kapan pastinya belum diketahui namun Menteri Kesehatan Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengatakan bila sudah rampung kelak maka vaksin akan ditargetkan untuk anak-anak usia sekolah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menkes Nila ketika membuka acara Asean Dengue Day di SDN 07 Cijantung, Jakarta Timur. Menurut Menkes Nila kedepannya selain memberantas sarang nyamuk seperti yang selama ini telah dilakukan, vaksinasi bisa digunakan sebagai langkah pencegahan tambahan.

"Mungkin nanti akan kita coba dengan vaksin. Tapi imunisasi dengue tidak mudah karena tipe virus ini ada empat macam dan berbagai tipe tidak sama antara satu negara dengan negara lain. Jadi di Indonesia juga jelas berbeda, mana yang lebih banyak tipenya? Mana yang menyebabkan (korban -red)? Ini membuat kita kesulitan imunisasi," kata Menkes Nila di SDN 07 Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (2/8/2017).

Baca juga: Kenali, Gejala Khas DBD Selain Demam dan Sakit Kepala

"Tapi kita sudah mulai coba. Untuk tipe satu dua sudah bisa tapi tiga empatnya ini yang belum. Di luar negeri memang sudah ada yang bisa tapi belum tentu sesuai dengan tipe kita di sini," lanjutnya.

Anak sekolah menjadi sasaran imunisasi karena menurut data banyak kasus dan korban meninggal terjadi pada anak-anak. Alasannya karena memang nyamuk penyebar dengue, Aedes aegypti, aktif di jam anak-anak sekolah dan istirahat.

Belum lagi menurut Menkes Nila sekolah juga sering menjadi sumber sarang para nyamuk.

"Tempat ini kan mereka tinggalkan dari Jumat, Sabtu, Minggu nah pas anak-anak masuk air yang tergenang sudah ada nyamuknya," kata Menkes Nila.

Sumber : Fanpage Kemenkes RI

20476115 1741383845891708 524736103441219323 nBapak, Ibu Sekalian
Jangan lupa, mulai hari ini selama bulan Agustus-September 2017 ajak anak untuk melakukan Imunisasi CAMPAK & RUBELLA.

CAMPAK & RUBELLA sangat menular, dapat menyebabkan cacat dan kematian.

Lindungi buah hati dengan Melakukan Imunisasi MR di Puskesmas, Posyandu, dan Sekolah secara GRATIS.

Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kab.Parigi Moutong

Banner TTG 2017